Langsung ke konten utama

Sejarah Ds. Pagerharjo


Setiap Desa memiliki sejarah dan latar belakang yang berbeda, yang merupakan pencerminan dari karakter dan ciri khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa selalu menjadi cerita turun temurun dari penduduk desa setempat sehingga sulit untuk mencari faktanya, karena masing-masing individu menjabarkan dengan kapasitas kemampuan dirinya dalam menyerap isi sejarah tersebut. Dan tidak jarang cerita tersebut dihubungkan dengan mitos pada tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat, seperti halnya di desa Purwoharjo memiliki adat atau tradisi yang merupakan identitas desa secara turun temurun.

Berdasarkan hal tersebut diatas, akhirnya melahirkan gagasan dan pemikiran dari para tokoh, baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat yang ada, dengan penuh semangat dan harapan membangun Kelurahan maka timbullah satu ide, bagaimana jika tiga kalurahan tersebut digabung yaitu kalurahan Plono dengan seorang Lurah bernama Slamet Karyo Sentono.

Dari ketiga kelurahan tersebut akhirnya digabung menjadi satu Kelurahan dan nama kelurahan diambil dari huruf-huruf tertentu dari tiga kelurahan, yaitu huruf P adalah Plono , Ger Adalah Gegerbajig, dan Jo adalah Kalirejo. Maka tersusunlah sebuah kalimat yang berbunyi “ PAGERHARJO “ yang berarti “ desa yang ramai dan kaya “

Dan desa Pagerharjo merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Propinsi Jawa Tengah, Negara Indonesia dengan batas wilayah sebelah timur berbatasan dengan Desa Jatimulyo, sebelah selatan dengan Desa Nguren Rejo, sebelah barat dengan Desa Wedarijaksa, sebelah utara dengan Desa Kajar. Merupakan desa dengan mayoritas penduduk beragama Islam, dengan bahasa pergaulan sehari-hari bahasa jawa. Mayoritas pekerjaan dalam bidang pertanian, jumlah penghuni akan lebih besar pada hari-hari besar Islam, seperti Lebaran dan Idul Adha, karena pemudik akan kembali

Komentar