Desa pagerharjo termasuk desa yang sebagian besar masyarakatnya adalah masyarakat abangan atau golongan penduduk jawa muslim yang mempraktikkan islam dalam versi yang lebih sinkretis dimana masih kental dengan tradisi dan adat. Kemudian munculah niat dari salah seorang sesepuh desa yaitu pak haji mansyur, yang merupakan tokoh desa yang berkeinginan untuk supaya ada salah satu kyai yang dapat menjadi pengarah sekaligus penegak ajaran islam yang lebih kuat. Sampai akhirnya beliau menemukan orang tersebut. Lalu beliau bertemulah dengan kiai Nasrun yang berasal dari Kalimantan, dimana dirinya merupakan kyai muda yang menikah dengan bu Asiah yang merupakan warga asli desa Pagerharjo. Saat kyai Nasrun menyiarkan agama islam di PAGERHARJO Metode pembelajaran yang digunakan untuk menyebarkan agama islam saat itu terbina dengan melalui sural atau bisa dibilang pesantren dan diberi nama Nadothul abidin...
Di sini saya akan menceritakan semua kejadian - kejadian yang saya alami dan yang saya lihat sendiri, disini saya berpesan kepada kalian semua bahwa "semua kejadian pasti ada hikmahnya", jika belum menemukan hikmahnya berarti kejadian tersebut belum selesai.